20130225-081947.jpg

SEOUL, KOMPAS.com – Rakyat Korea Selatan secara resmi pada hari ini, Senin (25/2/2013), akan memiliki presiden baru, yakni Park Geun-hye. Dalam sejarah Korea Selatan sejak merdeka pada 1945 dari penjajahan Jepang, Park merupakan perempuan presiden pertama.

Kisah hidup Park cukup tragis. Pada 1974, ibunya tewas dibunuh agen rahasia Korea Utara. Sasaran pembunuhan sebenarnya adalah Presiden Korsel saat itu, Park Chung-hee.

Setelah kematian ibunya, Park pun bertindak sebagai first lady untuk mendampingi ayahnya, Chung-hee. Peristiwa menyedihkan kembali menghampiri Park ketika Chung-hee tewas dibunuh pada 1979. Berbeda dengan pembunuhan lima tahun sebelumnya, pelaku pembunuhan kali ini adalah Kepala Badan Intelien Korsel sendiri.

Park Chung-hee dikenal sebagai jenderal yang memerintah secara diktaktor pada 1963-1979. Namun, ia dinilai pula sebagai tokoh penting yang meletakkan dasar kokoh bagi kemajuan pembangunan ekonomi Korsel.

“Saya tak punya keluarga untuk diurus, tak ada anak yang mewarisi kekayaan. Kalianlah, rakyat Korea Selatan, keluarga saya satu-satunya,” kata Park Geun-hye ketika berkampanye dalam pemilihan presiden, tahun lalu.

Park yang tidak menikah menyerahkan hidupnya untuk politik Korsel. Ia pernah menjadi anggota Komite Perdagangan, Industri, dan Energi Majelis Nasional Korsel. Posisi sebagai anggota parlemen dilakoninya sejak 1998 hingga 2012.

Pada 2012, Park menjadi calon Presiden yang diusung Partai Saenuri. Dia meraih 51,58 persen dukungan rakyat untuk memimpin Korsel dan mengalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat Bersatu, Moon Jae-in, yang mengantongi 47,98 persen suara.

Hari ini, Park secara resmi menjadi Presiden ke-18 Korsel. Ia melanjutkan cita-cita ayahnya yang ingin membawa Korsel berjaya, tetapi tentunya dengan pendekatan yang sangat jauh berbeda.

Sumber: Kompas.com