Akbidyo

Akbidyo

Keberadaan seorang bidan diharapkan mampu mengangkat kualitas hidup masyarakat. Bidan tidak hanya berfungsi menangani persalinan normal, tetapi menjadi motivator masyarakat terkait kesehatan, terutama di daerah tertinggal.

Di Indonesia saat ini terdapat 168 kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. Salah satu indikatornya, angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang tinggi. Masalah ketersediaan tenaga kesehatan di daerah tertinggal masih belum terselesaikan. Oleh karena itu Kementerian Negara Pembangunan Daearah tertinggal (KPDT) bekerja sama dengan Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) bekerja sama untuk mendidik tenaga bidan yang nantinya akan ditempatkan di daerah tertinggal.

“Visi Kementerian PDT ingin meningkatkan kesetaraan daerah tertinggal melalui program pedesaan sehat. Untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi dilakukan dengan mengoptimalkan bidan – bidan di desa,”jelas Drs. Henri Soekirdi, M.Kes., Direktur Akbidyo saat dijumpai di ruang kerjanya.

Fungsi bidan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464 tahun 2010, melayani persalinan normal, pelayanan kepada ibu dan anak, kesehatan reproduksi sertakeluarga berencana. Namun demikian, di Akbidyo, mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang lebih luas. Misalnya sebagai motivator pola hidup sehat masyarkat dengan peningkatan gizi ibu hamil.

Selain itu, lanjut Henri, bidan juga harus memiliki kemampuan sebagai community leader (pemimpin komunitas). Di daerah – daerah bidan memiliki posisi penting, dituakan dan dihormati masyarakat. Sehingga bidan – bidan harus memiliki perilaku baik, luhur, berkarakter, dan akhlak mulia.

“Bidan juga kami didik agar memiliki keampuan manajerial yang baik. Agar nanti jika membuka praktik secara mandiri dapat mengelola usahanya dengan baik,” ujar Henri.

Dalam tahap awal kerja sama antara Kementerian PDT dan Akbidyo, akan dididik bidan sebanyak 40 orang yang nantinya akan dibiayai pemerintah melalui APBN atau APBD. Akbidyo saat ini juga sedang mempersiapkan 24 bidan yang akan ditempatkan di daerah – daerah tertinggal. (erik)