Sejak dua hari lalu, Lembaga Bela Banua Talino (LBBT) bekerjasama Dengan Perkumpulan HuMA menyelanggarakan Workshop Pengembangan SPHR (Sekolah Pendamping Hukum Rakyat). Workshop ini diselenggarakan di kantor LBBT di Pontianak dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh kasus yang selama ini bekerja bersama LBBT, dan jaringan kerja Ornop yang selama Ini aktif bekerja dalam isu masyarakat adat, linhkungan hidup dan sumber daya alam, dan hak asasi manusia.

20130209-170914.jpg Workshop yang sama telah diselenggarakan Perkumpulan HuMA di wilayah Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan bekerjasama dengan Wallacea Palopo. Workshop ini merupakan agenda lanjut dark upaya memperkuat strategi pluralisme hukum dan gerakan sosial untuk pembaruan hukum sumber daya alam. Workshop dengan isi dan tujuan yang sama akan diselenggarakan HuMA bersama mitranya di wilayah Sumatera, NTT dan Papua, serta Jawa.

20130209-170933.jpg Di dalam Workshop SPHR di Kalbar tersebut, materi yang dirancang menjadi kurikulum SPHR Kalbar digali dari diskusi mendalam tentang: masalah hak dan martabat terkait dengan adat, hukum adat dan relasinya dengan hukum negara? Peran yang dijalankan PHR? Arah pengembangan PHR dan SPHR? Diskusi partisipan begitu kuat dan selalu didasarkan pada fakta masalah di lapangan. Workshop ini diakhiri dengan hasil terumuskannya materi/kurikulum SPHR Kalbar; dan rencana uji coba SPHR di tingkat komunitas pada bulan Maret 2013.

Selamat untuk LBBT dan HuMA, sampai ketemu nanti di Konferensi Hukum Rakyat yang direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli 2013 (Andik Hardiyanto)