Kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal pada 20 Desember 2012 telah melaunching kegiatan Perdesaan Sehat. Kegiatan ini dijelaskan sebagai instrumen fasilitasi koordinasi kebijakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal. Seperti diketahui, daerah tertinggal berjumlah 183 kabupaten. Berdasarkan penilaian pencapaian IPM dan AHH, maka ditetapkan 158 Kabupaten yang memiliki angka dibawah IPM (72,2) dan AHH (68,8) secara nasional, sebagai lokasi kegiatan Perdesaan Sehat.

Kualitas kesehatan adalah salah satu komposit penting dari sumber daya manusia selain aspek kualitas pendidikan dan kemampuan daya beli.Setiap kegiatan dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya menghendaki dilaksanakan berdasarkan prinsip non-diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia.Oleh karena itu, jaminan konstitusi menjadi penting untuk dipahami dan dilaksanakan.Pasal 20, Pasal 28H ayat (1), dan Pasal PS34 UUD 1945 memberi penegasan bahwa kesehatanmerupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Undang Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan menjabarkan amanat konstitusi tersebut dengan menjelaskan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan individu untuk hidup sehat agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Komitmen terhadap upaya peningkatan kualitas manusia warganegara Indonesia, termasuk dan terutama di bidang kesehatan, Pemerintah RI juga telah meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya melalui UU No. 12 Tahun 2005 dan ikut menandatangani kesepakatan internasional dalam pencapaian target-target Millenium Development Goals (MDGs).

Dengan demikian, adalah benar seperti yang di dalam Komentar Umum No. 14 Tentang Hak Atas Standar Kesehatan Tertinggi Yang Dapat Dijangkau sebagai penjelasan dari Pasal 12 tentang Hakatas Kesehatan didalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial Budaya bahwa, kesehatan adalah hak asasi manusia yang fundamental yang fundamental dan tak ternilai demi terlaksananya hak asasi manusia yang lain. Setiap orang berhak untuk menikmati standar kesehatan tertinggi yang dapat dijangkau dan kondusif bagi kehidupan manusia bermartabat.Pemenuhan hak atas kesehatan, tidak cukup dengan intervensi sektor kesehatan tetapi juga menghendaki upaya yang mencakup wilayah yang luas dari faktor ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada penciptaan kondisi dimana masyarakat dapat mencapai kehidupan yang sehat, termasuk juga mencakup faktor-faktor penentu dasar kesehatan seperti makanan dan nutirisi , tempat tinggal, akses terhadap air minum yang sehat dan sanitasi yang memadai, kondisi kerja yang sehat dan aman, serta lingkungan yang sehat.

Kegiatan Perdesaan Sehat dikembangkan berdasar identifikasi dan penilaian terhadap fakta tentang masalah-masalah kritis kesehatan yang terjadi di Daerah Tertinggal.Masalah tersebut terutama terkait dengan pelayanan kesehatan, rendahnya Angka Harapan Hidup (AHH), tingginya angka kematian ibu, dan banyaknya kasus gizi buruk.Fakta masalah yang dimaksud dipengaruhi oleh karakteristik Daerah Tertinggal, secara dominan melibatkan perempuan, anak-anak dan perempuan muda, dan kenyataannya konsentrasi masalah terjadi di kawasan perdesaan. Semua masalah tersebut, apabila ditangani secara tepat dan didalam kerangka percepatan pelayanan kesehatan berkualitas, maka dikhawatirkan akan menghambat tercapainya target pembangunan Daerah Tertinggal sebagaimana tertuang didalam dokumen RPJMN 2010 – 2014 dan juga yang ditegaskan sebagai Prioritas Nasional 10 dan 3 didalam Intruksi Presiden No 1 Tahun 2010 Tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010.

Pelaksanaan kegiatan Perdesaan Sehat dapat dijelaskan sebagai Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal yang dilakukan dengan mengembangkan upaya dan/atau tindakan kebijakan yang terencana, realisasi secara bertahap dan terpadu, bersifat partisipatoris dengan pelibatan aktif masyarakat dalam percepatan pembangunan kesehatan yang berpihak pada karakteristik Daerah Tertinggal melalui intervensi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas lembaga kesehatan berbasis struktur kependudukan dan sumber daya kawasan perdesaan di Daerah Tertinggal. Hasil yang diharapkan dari kegiatan Perdesaan Sehat diharapkan dapat berkontribusi maksimal pada pencapaian sasaran Prioritas Nasional 10, khususnya tercapainya IPM 72,2 dan AHH 68,8 pada tahun 2014. Terjadinya pencapaian itu secara luas diharapkan berkemampuan mendukung upaya bagi lepasnya 50 Daerah Kabupaten dari ketertinggalan (target PPDT dalam RPJMN 2010 – 2014) dan juga, pencapaian target-target terkait di dalam MDGs.

Kontak komunikasi untuk mengetahui lebih jauh tentang kegiatan Perdesaan Sehat, dapat menghubungi alamat e-mail: perdesaan.sehat@gmail.com